Workshop Penguatan Kebhinekaan

Workshop Penguatan Kebhinekaan Dorong Kelas Damai

ppg.umsida.ac.id  — Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo menyelenggarakan Workshop Penguatan Kebhinekaan PPG Calon Guru Gelombang 1 Tahun 2026 pada Sabtu–Minggu, 20–21 Juni 2026, di Kampung Lali Gadget, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo.

Mengusung tema “PPG untuk Sekolah Harmonis: Dari Kesadaran Diri Menuju Kelas Damai,” kegiatan ini diikuti mahasiswa PPG Calon Guru Gelombang 1 Tahun 2026 sebagai penguatan pemahaman kebinekaan personal, kebinekaan sekolah, resolusi konflik, pembelajaran inklusif, dan perancangan kelas damai.

Workshop Penguatan Kebhinekaan Kuatkan Kesadaran Personal dan Sekolah

Workshop Penguatan Kebhinekaan

Kegiatan Workshop Penguatan Kebhinekaan menjadi ruang belajar reflektif bagi mahasiswa PPG UMSIDA untuk memahami bahwa keberagaman tidak hanya berkaitan dengan suku, agama, bahasa, budaya, status sosial, ekonomi, atau kondisi fisik. Dalam materi yang dipaparkan Arifin Mado, kebinekaan personal juga mencakup pola pikir, gaya komunikasi, latar belakang pengalaman, nilai hidup, hingga cara seseorang memproses informasi.

Melalui sesi Kenali Kebinekaan Personal dan Sekolah, peserta diajak mengikuti permainan interaktif seperti Benang Personal dan Kerajaan Kartu. Aktivitas ini membantu peserta menyadari bahwa seseorang bisa tampak seragam dari luar, tetapi tetap memiliki keunikan personal yang berbeda. Pada simulasi kebinekaan sekolah, peserta juga diajak merasakan bagaimana perlakuan berdasarkan “label” dapat melahirkan ketidaknyamanan dan diskriminasi.

“Guru yang keren adalah guru yang berhasil mengelola keberagaman dan menciptakan lingkungan yang harmonis, kondusif, serta memberi ruang belajar, berkreasi, dan berinovasi,” ujar Arifin Mado dalam penguatan sesi kebinekaan.

Workshop Penguatan Kebhinekaan Latih Resolusi Konflik dan Inklusivitas

Workshop Penguatan Kebhinekaan

Fokus berikutnya dalam Workshop Penguatan Kebhinekaan adalah membekali mahasiswa dengan keterampilan menganalisis persoalan kebinekaan dan merancang solusi yang memenangkan semua pihak. Dalam materi eksplorasi yang dipandu Uays Hasyim, peserta dibagi dalam kelompok untuk membahas studi kasus kebinekaan personal dan sekolah. Setiap kelompok menganalisis masalah, menemukan penyebab, dan menawarkan solusi kreatif berbasis win-win solution.

Peserta juga mengikuti simulasi resolusi konflik melalui kasus Pak Tigor, seorang guru baru dengan gaya bicara tegas yang menimbulkan kesalahpahaman dengan murid dan orang tua. Melalui permainan peran, mahasiswa belajar menjadi fasilitator konflik yang mampu membuka percakapan secara tenang, menjaga fokus pada penyelesaian, dan menghindari sikap saling menyalahkan.

“Dalam memfasilitasi konflik, guru perlu memahami situasi, menyiapkan alur pertemuan, membuat suasana lebih cair, dan mengarahkan semua pihak pada solusi konkret yang tidak mempermalukan atau merugikan siapa pun,” jelas Uays Hasyim.

Selain resolusi konflik, peserta juga mendapatkan penguatan tentang inklusivitas pembelajaran. Tiga pilar utama yang ditekankan adalah aksesibilitas, pembelajaran berdiferensiasi, serta keterlibatan penuh dan rasa memiliki. Artinya, pembelajaran harus dapat diakses semua peserta didik, memberi porsi yang sesuai dengan kebutuhan belajar, dan memastikan setiap anak merasa dihargai dalam ekosistem kelas.

Workshop Penguatan Kebhinekaan Hasilkan RPP Inklusif dan Action Plan

Workshop Penguatan Kebhinekaan

Kegiatan Workshop Penguatan Kebhinekaan juga diarahkan pada penyusunan strategi sekolah damai dan desain pembelajaran yang lebih inklusif. Dalam orientasi kegiatan, Ken Sasmito menegaskan bahwa workshop ini dirancang melalui proses pengalaman terbaik, eksplorasi bersama, proses mencipta, umpan balik personal, refleksi, dan pembelajaran yang menyenangkan. Peserta diajak masuk ke learning zone dan terlibat aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan.

“Workshop ini bukan hanya tentang mendengar materi, tetapi tentang mengalami, mengeksplorasi, mencipta, menerima umpan balik, dan merefleksikan kembali peran kita sebagai calon guru di tengah keberagaman,” terang Ken Sasmito.

Pada tahap akhir, mahasiswa menyusun RPP Inklusif Kebinekaan dan melakukan simulasi implementasi pembelajaran. Luaran ini menjadi bentuk konkret penerapan nilai kebinekaan dalam rancangan pembelajaran, mulai dari aktivitas, strategi, asesmen, hingga suasana kelas yang mendukung semua peserta didik.

Salah satu mahasiswa PPG, Mutafarida, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang bermakna.

“Senang rasanya bisa belajar banyak hal baru bersama orang yang ahli, dengan materi yang cukup bisa menjawab masalah atau kasus yang sering kita temukan di lingkungan sekolah. Semoga kita bisa menerapkan ilmu yang kita dapatkan dari workshop ini,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, Prodi PPG UMSIDA memperkuat komitmen dalam menyiapkan calon guru yang mampu menghargai perbedaan, mencegah diskriminasi, memfasilitasi konflik secara adil, serta menghadirkan kelas yang inklusif, harmonis, dan damai.

Bertita Terkini

Finalisasi Integrasi Penilaian dan Bukti Kinerja
Finalisasi Integrasi Penilaian dan Bukti Kinerja Perkuat Akurasi Nilai PPG UMSIDA Tahun 2026
July 8, 2026By
Bimtek Standarisasi Pengelolaan Mutu
Bimtek Standarisasi Pengelolaan Mutu Perkuat PPG Unggul PPG UMSIDA Tahun 2026
July 7, 2026By
Evaluasi Pelaksanaan Perkuliahan
Evaluasi Pelaksanaan Perkuliahan Perkuat Integrasi Sistem PPG
July 1, 2026By
Evaluasi Pelaksanaan PPL
Evaluasi Pelaksanaan PPL Perkuat Kolaborasi Sekolah Mitra
June 30, 2026By
Lokakarya Review Substantif
Lokakarya Review Substantif Perkuat Mutu Akademik PPG UMSIDA Tahun 2026
June 16, 2026By
Lokakarya Penyelarasan CPL, CPMK, dan Sub-CPMK Perkuat Kurikulum PPG UMSIDA Tahun 2026
June 8, 2026By
FGD Pelaksanaan PPG CAGUR
FGD Pelaksanaan PPG CAGUR 2026 UMSIDA Perkuat Pemahaman Mahasiswa tentang Perkuliahan dan PPL
April 17, 2026By
Koordinasi Pelaksanaan PPG CAGUR
Koordinasi Pelaksanaan PPG CAGUR 2026 Perkuat Integrasi Akademik
April 10, 2026By

Prestasi

Noly Shofiyah
Noly Shofiyah, Dosen IPA Umsida, Torehkan Prestasi di Publikasi Ilmiah Internasional
November 19, 2024By
Mahasiswa Pendidikan IPA Berhasil Lulus 3,5 Tahun
August 22, 2024By
Wisuda 43 2024: 4 Mahasiswa Pendidikan IPA Raih Predikat Wisudawan Berprestasi
July 1, 2024By
Kembali Ukir Prestasi, HIMA Pendidikan IPA Berhasil Lolos Pendanaan PPK Ormawa 2024
May 31, 2024By
P2MW : Mahasiswa Pendidikan IPA Kembali Berhasil Lolos Pendaan
April 29, 2024By
Mahasiswa Pendidikan IPA Terpilih Sebagai Duta Muda Jawa Timur
February 10, 2024By
Medali Emas dan Perak dalam Kompetisi Internasional IC-RiiTEL Universiti Malaya
January 3, 2024By
PKM (Program Kreativitas Mahasiswa): 2 Kelompok Mahasiswa Pendidikan IPA Raih Insentif dan Pendanaan Proposal
August 22, 2023By