Lokakarya Review Substantif

Lokakarya Review Substantif Perkuat Mutu Akademik PPG UMSIDA Tahun 2026

ppg.umsida.ac.id  — Program Studi Pendidikan Profesi Guru Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (PPG UMSIDA) menyelenggarakan Lokakarya Review Substantif Mata Kuliah Elektif Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo Tahun 2026 pada Senin, 15 Juni 2026. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh dosen PPG Calon Guru Gelombang 1 Tahun 2026 sebagai bagian dari upaya penguatan mutu akademik, penyelarasan kurikulum, serta pemantapan mata kuliah elektif yang menjadi penciri Prodi PPG UMSIDA.

Lokakarya Review Substantif Tegaskan Arah Pengembangan Mata Kuliah Elektif

Kegiatan Lokakarya Review Substantif ini dibuka oleh Dekan Fakultas Pendidikan dan Studi Islam (FPSI), Dr. Septi Budi Sartika, M.Pd. Dalam pembukaan kegiatan, Dr. Septi menegaskan bahwa pengembangan mata kuliah elektif tidak hanya dipandang sebagai kebutuhan administratif, tetapi juga sebagai agenda strategis dalam memperkuat arah keilmuan, karakter lulusan, dan kekhasan institusi.

“Mata kuliah elektif harus menjadi ruang penguatan identitas Prodi PPG UMSIDA. Melalui kegiatan ini, kita ingin memastikan bahwa mata kuliah yang dikembangkan benar-benar memiliki arah akademik yang jelas, sesuai kebutuhan calon guru, dan mencerminkan kekhasan UMSIDA,” ujar Dr. Septi Budi Sartika, M.Pd.

Lokakarya ini menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Dr. Ijirana, S.Pd., M.Si. dan Dr. Dzulfikar Akbar Romadlon, S.Fil.I., M.Ud. Selain itu, kegiatan juga melibatkan Khizanatul Hikmah, M.Pd.I. sebagai reviewer. Ketiganya memberikan penguatan dari perspektif substansi akademik, relevansi kurikulum, integrasi nilai, serta keterukuran capaian pembelajaran dalam mata kuliah elektif PPG.

Lokakarya Review Substantif

Dalam pemaparannya, Dr. Ijirana menekankan bahwa review substantif perlu dilakukan secara mendalam agar mata kuliah elektif tidak hanya baik dari sisi gagasan, tetapi juga kuat dalam struktur pembelajaran.

“Review substantif bukan sekadar melihat kelengkapan dokumen. Yang lebih penting adalah memastikan bahwa materi, aktivitas pembelajaran, asesmen, dan capaian pembelajaran saling terhubung serta benar-benar dapat mendukung pembentukan kompetensi mahasiswa PPG,” jelas Dr. Ijirana, S.Pd., M.Si.

Secara umum, kegiatan ini menjawab kebutuhan Prodi PPG UMSIDA untuk memastikan bahwa mata kuliah elektif yang dikembangkan benar-benar relevan dengan Perdirjen GTK-PG Nomor 8 Tahun 2025. Dalam ketentuan tersebut, mata kuliah elektif bertujuan memperkaya kemampuan peserta PPG terkait kekhasan, nilai-nilai, keunggulan LPTK, serta lingkungan sosial budaya setempat.

Oleh karena itu, melalui Lokakarya Review Substantif, Prodi PPG UMSIDA menempatkan mata kuliah elektif sebagai ruang penting untuk menegaskan identitas akademik sekaligus memperkuat profil lulusan guru profesional. Mata kuliah elektif tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap struktur kurikulum, tetapi juga sebagai instrumen untuk memperkuat karakter, kompetensi, dan orientasi profesional mahasiswa PPG.

Dalam konteks ini, penyelenggaraan lokakarya menjadi bagian dari proses akademik yang penting. Dosen PPG Calon Guru Gelombang 1 Tahun 2026 diajak untuk memahami kembali posisi mata kuliah elektif, menelaah substansi yang telah disusun, serta memastikan bahwa materi, aktivitas pembelajaran, dan asesmen yang digunakan memiliki keterkaitan yang jelas dengan capaian pembelajaran.

Lokakarya Review Substantif Bahas Relevansi CPL, CPMK, dan Islam Berkemajuan

Lokakarya Review Substantif

Fokus utama Lokakarya Review Substantif adalah menelaah kesesuaian mata kuliah elektif dengan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), visi keilmuan Prodi PPG, serta profil lulusan PPG secara nasional. Dalam paparan yang disampaikan, mata kuliah elektif diposisikan sebagai wahana penguatan karakter, integritas, profesionalisme, dan nilai-nilai Islam Berkemajuan.

Salah satu substansi penting yang dibahas adalah mata kuliah Integritas Pendidik Berkemajuan. Mata kuliah ini dinilai memiliki relevansi kuat dengan kebutuhan calon guru profesional karena memuat aspek integritas, amanah, keteladanan, etika profesi, refleksi diri, serta pendidikan berkemajuan. Melalui mata kuliah ini, mahasiswa PPG tidak hanya diarahkan untuk memahami konsep profesionalisme guru, tetapi juga dilatih untuk membaca dilema etis, mengambil keputusan yang bertanggung jawab, serta menyusun rencana aksi berbasis nilai.

Dr. Dzulfikar Akbar Romadlon, S.Fil.I., M.Ud. menyampaikan bahwa integrasi nilai dalam mata kuliah elektif perlu tampak dalam pengalaman belajar mahasiswa. Nilai tidak cukup hanya dituliskan dalam dokumen, tetapi harus hadir dalam aktivitas pembelajaran, diskusi kasus, refleksi, dan tindak lanjut.

“Integritas pendidik harus dibangun melalui proses belajar yang dekat dengan realitas profesi guru. Mahasiswa perlu diajak membaca dilema etis, merefleksikan nilai, dan mengambil keputusan yang bertanggung jawab sebagai calon pendidik,” terang Dr. Dzulfikar Akbar Romadlon, S.Fil.I., M.Ud.

Dalam paparan review, nilai Uswah, Sinergi, Integritas, dan Amanah menjadi salah satu unsur penciri yang diperkuat. Nilai-nilai tersebut dipandang selaras dengan paradigma Islam Berkemajuan yang menekankan integrasi iman, ilmu, amal, akhlak, profesionalisme, inovasi, dan kemaslahatan. Dengan demikian, CPL dan CPMK tidak hanya diarahkan untuk memenuhi capaian akademik, tetapi juga membentuk guru yang berkarakter, reflektif, adaptif, dan memiliki komitmen terhadap perbaikan mutu pendidikan.

Selain itu, Lokakarya Review Substantif juga menyoroti pentingnya keterhubungan antara visi keilmuan Prodi PPG UMSIDA dan profil lulusan PPG. Prodi PPG UMSIDA diarahkan untuk menghasilkan pendidik profesional yang unggul dan inovatif dalam pengembangan IPTEKS, berlandaskan nilai-nilai Islam, serta berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, profil lulusan PPG secara nasional menekankan pengamalan nilai Pancasila, penguasaan kompetensi dasar sebagai guru profesional, orientasi pada peserta didik, komitmen menjadi teladan dan pembelajar sepanjang hayat, serta kepemimpinan. Keselarasan antara visi keilmuan, profil lulusan, CPL, dan CPMK menjadi unsur penting agar mata kuliah elektif memiliki arah pengembangan yang kuat.

Khizanatul Hikmah, M.Pd.I. sebagai reviewer menegaskan bahwa keterhubungan CPL, CPMK, Sub-CPMK, aktivitas pembelajaran, dan asesmen menjadi titik penting dalam penyempurnaan mata kuliah elektif.

“Setiap Sub-CPMK harus dapat dilacak ketercapaiannya. Karena itu, aktivitas pembelajaran dan asesmen perlu dirancang lebih operasional agar dosen dan mahasiswa dapat melihat dengan jelas capaian yang ingin dibangun,” jelas Khizanatul Hikmah, M.Pd.I.

Melalui pembahasan tersebut, para dosen peserta lokakarya memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai posisi mata kuliah elektif dalam struktur kurikulum PPG. Mata kuliah elektif tidak berdiri sendiri, tetapi harus terhubung dengan CPL, CPMK, Sub-CPMK, aktivitas pembelajaran, asesmen, serta bukti belajar mahasiswa.

Inilah yang menjadi titik penting dalam pendekatan Outcome-Based Education (OBE), yaitu memastikan setiap aktivitas pembelajaran memiliki arah capaian yang jelas, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan pendekatan tersebut, pengembangan mata kuliah elektif diharapkan tidak hanya kuat secara substansi, tetapi juga dapat diimplementasikan secara efektif dalam pembelajaran PPG.

Lokakarya Review Substantif Hasilkan Catatan Penyempurnaan Modul Elektif

Lokakarya Review Substantif

Hasil Lokakarya Review Substantif menunjukkan bahwa rancangan mata kuliah elektif PPG UMSIDA telah memiliki fondasi yang kuat, terutama dari sisi integrasi nilai, relevansi dengan kebutuhan profesi guru, serta penggunaan pendekatan pembelajaran berbasis kasus. Alur pembelajaran yang digunakan juga dinilai sudah sejalan dengan karakteristik PPG Calon Guru, yaitu melalui tahapan pemilihan dan desain kasus, persiapan penyelesaian kasus, diskusi penyelesaian kasus, sintesis, serta refleksi dan tindak lanjut.

Pada Topik 1, yaitu fondasi Integritas Pendidik Berkemajuan, modul dinilai telah memiliki alur yang sistematis. Pembelajaran dimulai dari kasus, penguatan konsep, diskusi, sintesis, hingga refleksi. Materi ini juga telah mengintegrasikan nilai Uswah, Sinergi, Integritas, dan Amanah secara konsisten.

Meski demikian, kegiatan review memberikan catatan agar Sub-CPMK tidak hanya berhenti pada level pemahaman, tetapi perlu ditingkatkan menuju kemampuan analisis dan evaluasi. Selain itu, rubrik asesmen untuk diskusi, peta konsep, dan refleksi juga perlu diperjelas agar keterukuran capaian pembelajaran menjadi lebih kuat.

“Sub-CPMK sebaiknya tidak hanya mengarahkan mahasiswa untuk memahami konsep, tetapi juga menganalisis, mengevaluasi, dan menunjukkan sikap profesional melalui tugas yang terukur. Rubrik penilaian perlu dibuat lebih jelas agar capaian mahasiswa dapat dibaca secara objektif,” tambah Khizanatul Hikmah, M.Pd.I.

Pada Topik 2, pembahasan mengenai dilema integritas, amanah profesi, dan tanggung jawab pendidik dinilai relevan dengan realitas profesi guru. Pendekatan case-based learning dianggap mampu membantu mahasiswa PPG memahami persoalan etika, akuntabilitas, keberanian moral, dan pengambilan keputusan profesional. Meski demikian, kegiatan review memberikan masukan agar jumlah Sub-CPMK dapat disederhanakan dan dipetakan kembali sesuai level kognitif agar tidak terjadi tumpang tindih.

Sementara itu, Topik 3 tentang Pendidikan Berkemajuan dalam praktik pembelajaran yang mencerahkan dinilai berhasil menghubungkan konsep Islam Berkemajuan dengan praktik pembelajaran nyata. Penggunaan analisis akar masalah seperti fishbone analysis menjadi salah satu kekuatan karena mendorong mahasiswa berpikir kritis dan sistematis.

Dr. Ijirana juga menilai bahwa penggunaan kasus dan analisis akar masalah dapat menjadi kekuatan mata kuliah elektif jika indikator pembelajarannya dibuat lebih konkret.

“Pendekatan berbasis kasus sudah tepat karena mahasiswa PPG perlu berlatih menghadapi persoalan nyata. Namun, indikator pembelajaran perlu dibuat lebih operasional agar konsep pendidikan berkemajuan dapat diterjemahkan ke dalam perangkat ajar, asesmen, dan praktik pembelajaran,” ungkap Dr. Ijirana.

Catatan penyempurnaan diarahkan pada perlunya indikator operasional mengenai pembelajaran yang mencerahkan, sehingga konsep tersebut tidak berhenti sebagai narasi, tetapi dapat diterapkan secara konkret dalam perangkat ajar, asesmen, LKPD, dan pembelajaran berdiferensiasi.

Dengan adanya Lokakarya Review Substantif, Prodi PPG UMSIDA memperoleh sejumlah rekomendasi penting untuk penyempurnaan mata kuliah elektif. Rekomendasi tersebut meliputi penguatan dimensi inovasi dan pengembangan IPTEKS, penajaman indikator pendidik berkemajuan, pengaitan integritas dengan praktik pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, serta pengakomodasian tantangan profesi guru dalam konteks global dan ASEAN.

Koordinator PPG UMSIDA menegaskan bahwa hasil kegiatan ini akan menjadi dasar penyempurnaan perangkat pembelajaran mata kuliah elektif agar lebih siap diimplementasikan dalam pembelajaran PPG.

“Hasil lokakarya ini akan kami gunakan sebagai dasar penyempurnaan mata kuliah elektif. Harapannya, mata kuliah ini benar-benar menjadi penciri Prodi PPG UMSIDA dan mampu memperkuat pembentukan guru profesional yang berintegritas serta berkemajuan,” ujar Koordinator PPG UMSIDA.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis Prodi PPG UMSIDA dalam memastikan bahwa mata kuliah elektif tidak hanya menjadi pelengkap kurikulum, tetapi benar-benar menjadi penciri program studi. Melalui review yang mendalam, kolaboratif, dan berbasis substansi, PPG UMSIDA terus berupaya menghadirkan pembelajaran yang relevan, bermutu, dan berorientasi pada pembentukan guru profesional berintegritas serta berkemajuan.

Bertita Terkini

Finalisasi Integrasi Penilaian dan Bukti Kinerja
Finalisasi Integrasi Penilaian dan Bukti Kinerja Perkuat Akurasi Nilai PPG UMSIDA Tahun 2026
July 8, 2026By
Bimtek Standarisasi Pengelolaan Mutu
Bimtek Standarisasi Pengelolaan Mutu Perkuat PPG Unggul PPG UMSIDA Tahun 2026
July 7, 2026By
Evaluasi Pelaksanaan Perkuliahan
Evaluasi Pelaksanaan Perkuliahan Perkuat Integrasi Sistem PPG
July 1, 2026By
Evaluasi Pelaksanaan PPL
Evaluasi Pelaksanaan PPL Perkuat Kolaborasi Sekolah Mitra
June 30, 2026By
Workshop Penguatan Kebhinekaan
Workshop Penguatan Kebhinekaan Dorong Kelas Damai
June 23, 2026By
Lokakarya Penyelarasan CPL, CPMK, dan Sub-CPMK Perkuat Kurikulum PPG UMSIDA Tahun 2026
June 8, 2026By
FGD Pelaksanaan PPG CAGUR
FGD Pelaksanaan PPG CAGUR 2026 UMSIDA Perkuat Pemahaman Mahasiswa tentang Perkuliahan dan PPL
April 17, 2026By
Koordinasi Pelaksanaan PPG CAGUR
Koordinasi Pelaksanaan PPG CAGUR 2026 Perkuat Integrasi Akademik
April 10, 2026By

Prestasi

Noly Shofiyah
Noly Shofiyah, Dosen IPA Umsida, Torehkan Prestasi di Publikasi Ilmiah Internasional
November 19, 2024By
Mahasiswa Pendidikan IPA Berhasil Lulus 3,5 Tahun
August 22, 2024By
Wisuda 43 2024: 4 Mahasiswa Pendidikan IPA Raih Predikat Wisudawan Berprestasi
July 1, 2024By
Kembali Ukir Prestasi, HIMA Pendidikan IPA Berhasil Lolos Pendanaan PPK Ormawa 2024
May 31, 2024By
P2MW : Mahasiswa Pendidikan IPA Kembali Berhasil Lolos Pendaan
April 29, 2024By
Mahasiswa Pendidikan IPA Terpilih Sebagai Duta Muda Jawa Timur
February 10, 2024By
Medali Emas dan Perak dalam Kompetisi Internasional IC-RiiTEL Universiti Malaya
January 3, 2024By
PKM (Program Kreativitas Mahasiswa): 2 Kelompok Mahasiswa Pendidikan IPA Raih Insentif dan Pendanaan Proposal
August 22, 2023By