ppg.umsida.ac.id — Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Penguji UKPPPG dari unsur guru pamong mengikuti Bimbingan Teknis Pengimbasan Calon Penguji Uji Kompetensi Peserta Pendidikan Profesi Guru (UKPPPG) Gelombang 8 Tahun 2026 yang diselenggarakan Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA). Kegiatan berlangsung selama dua hari, Rabu–Kamis, 2–3 September 2026, di Ruang Rapat GKB 7 Lantai 1, Kampus 3 UMSIDA.
Calon Penguji UKPPPG Perkuat Pemahaman Kebijakan dan Sistem

Hari pertama menjadi tahap awal penguatan pemahaman Calon Penguji UKPPPG. Setelah pembukaan, peserta terlebih dahulu mengikuti pre-test untuk melihat pemahaman awal sebelum masuk pada rangkaian materi. Sesi kemudian dilanjutkan dengan pembahasan kebijakan PPG dan UKPPPG bersama Dr. Ria Wulandari, M.Pd.
Pemahaman terhadap kebijakan menjadi bagian penting karena tugas penguji tidak hanya berkaitan dengan pemberian skor. Penguji perlu memahami konteks Uji Kompetensi Peserta Pendidikan Profesi Guru serta posisi Uji Kinerja (UKin) sebagai bagian dari proses pengukuran kompetensi peserta PPG.
Setelah materi kebijakan, peserta mendapatkan pengenalan SIM Pengimbasan UKPPPG bersama Mahardika Darmawan Kusuma Wardana, M.Pd. Sesi ini memberikan gambaran kepada peserta mengenai sistem yang digunakan dalam proses pengimbasan sebelum pembahasan berlanjut pada instrumen penilaian.
Pada sesi siang, peserta mulai mendalami instrumen yang berkaitan langsung dengan proses penilaian. Materi dibagi berdasarkan rumpun SD serta SMP/SMA agar pembahasan dapat disesuaikan dengan konteks peserta. Instrumen RPP/modul ajar dan video praktik pembelajaran menjadi bagian yang dipelajari dalam sesi tersebut.
Rangkaian hari pertama ditutup dengan refleksi pengimbasan. Melalui alur ini, peserta memperoleh landasan mengenai kebijakan dan sistem terlebih dahulu sebelum memasuki praktik penilaian yang lebih intensif pada hari berikutnya.
Calon Penguji UKPPPG Samakan Persepsi dalam Penilaian UKin

Penguatan Calon Penguji UKPPPG juga diarahkan pada penyamaan persepsi dalam melakukan penilaian. Hal ini menjadi penting karena penilaian UKin melibatkan penguji yang perlu menggunakan instrumen dan rubrik secara konsisten agar hasil penilaian dapat dipertanggungjawabkan.
Materi pengimbasan memberi perhatian pada sejumlah komponen yang digunakan dalam Uji Kinerja. Setelah pada hari pertama peserta mempelajari penilaian RPP/modul ajar dan video praktik pembelajaran, hari kedua dilanjutkan dengan pembahasan instrumen studi kasus reflektif. Peserta kemudian mengikuti praktik wawancara melalui metode role play.
Melalui role play, peserta tidak hanya mendengarkan penjelasan mengenai wawancara, tetapi berlatih menghadapi situasi penilaian secara langsung. Tahapan ini membantu guru pamong memahami bagaimana instrumen digunakan ketika berhadapan dengan respons peserta serta bagaimana penilaian tetap mengacu pada indikator yang tersedia.
Penyamaan persepsi menjadi salah satu bagian penting dalam menyiapkan penguji. Materi yang digunakan dalam pengimbasan menunjukkan adanya sejumlah persoalan yang perlu diantisipasi dalam pelaksanaan penilaian UKin, antara lain perbedaan skor yang terlalu tinggi antarpenguji, keterlambatan penilaian, hingga pemberian nilai yang tidak didasarkan pada rubrik.
Karena itu, ketelitian dalam mencermati bukti yang dinilai dan konsistensi dalam menggunakan instrumen menjadi perhatian selama pengimbasan. Penguji tidak cukup hanya memahami substansi pembelajaran, tetapi juga perlu memiliki persepsi yang selaras terhadap kriteria yang digunakan dalam penilaian.
Bagi guru pamong, proses ini sekaligus memperkuat pemahaman mengenai peran penguji dalam UKPPPG. Pengalaman mendampingi mahasiswa selama praktik di sekolah menjadi modal profesional, sedangkan bimtek memberikan penguatan khusus mengenai mekanisme dan instrumen yang digunakan dalam proses penilaian UKin.
Calon Penguji UKPPPG Berlatih Menilai Sesuai Rumpun

Pada bagian akhir kegiatan, Calon Penguji UKPPPG mendapat kesempatan untuk menerapkan materi yang telah dipelajari melalui praktik penilaian secara berkelompok. Peserta dibagi sesuai rumpun untuk berlatih menilai beberapa komponen, meliputi modul ajar, video pembelajaran, studi kasus, dan wawancara.
Sesi praktik menjadi bagian penting dari keseluruhan bimtek karena peserta berhadapan langsung dengan proses penggunaan instrumen. Pemahaman yang diperoleh dari sesi pleno kemudian diterapkan dalam latihan sehingga peserta dapat mencermati bagaimana kriteria penilaian digunakan pada setiap komponen.
Setelah praktik penilaian, peserta mengikuti post-test. Hasilnya menjadi bagian dari rangkaian pengimbasan setelah sebelumnya peserta mengerjakan pre-test pada hari pertama. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pleno refleksi dan pengisian formulir refleksi sebelum ditutup oleh Koordinator PPG UMSIDA.
Pelaksanaan bimtek selama dua hari menunjukkan bahwa penyiapan calon penguji dilakukan melalui tahapan yang saling berkaitan. Peserta terlebih dahulu memperoleh pemahaman kebijakan dan sistem, dilanjutkan dengan pendalaman instrumen, praktik wawancara, hingga latihan melakukan penilaian sesuai rumpun.
Melalui kegiatan ini, PPG UMSIDA memberikan ruang bagi guru pamong untuk memperkuat kesiapan sebagai calon penguji UKPPPG. Penyamaan persepsi menjadi bagian penting agar proses penilaian nantinya tidak hanya berjalan sesuai mekanisme, tetapi juga dilakukan secara cermat dan konsisten dengan instrumen yang digunakan.
Keterlibatan guru pamong dalam Calon Penguji UKPPPG juga menjadi bagian dari penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam penyelenggaraan pendidikan profesi guru. Dengan bekal yang diperoleh melalui pengimbasan, guru pamong diharapkan semakin siap mengikuti tahapan yang dipersyaratkan untuk menjalankan peran sebagai penguji UKPPPG secara profesional.
Penulis: Citra Azizah


















