Workshop PTK PPG UMSIDA

Workshop PTK PPG UMSIDA Bekali Mahasiswa Susun PTK dari PPL Mandiri

ppg.umsida.ac.id  — Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) Workshop PTK PPG UMSIDA membekali mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru (CAGUR) Gelombang 1 Semester 2 Tahun 2026 dalam menyusun Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang berangkat dari pengalaman praktik pembelajaran selama PPL Mandiri. Workshop dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Jumat, 14 Agustus 2026, dengan menghadirkan Prof. Dr. Tatag Yuli Eko Siswono, M.Pd. dari Universitas Negeri Surabaya sebagai narasumber.

Kegiatan ini menjadi ruang penguatan bagi mahasiswa untuk melihat persoalan yang ditemui selama praktik mengajar tidak hanya sebagai kendala di kelas, tetapi sebagai bahan refleksi untuk memperbaiki kualitas pembelajaran. Selain mahasiswa, workshop juga melibatkan unsur pimpinan fakultas, pengelola PPG, dosen, dosen pembimbing lapangan (DPL), guru pamong, serta tenaga kependidikan. Keterlibatan berbagai unsur tersebut sejalan dengan pelaksanaan PPL Mandiri yang menempatkan mahasiswa dalam proses pembelajaran langsung di sekolah dengan pendampingan DPL dan guru pamong.

Workshop PTK PPG UMSIDA Hubungkan Penelitian dengan Praktik Mengajar

Workshop PTK PPG UMSIDA

Melalui Workshop PTK PPG UMSIDA, mahasiswa diarahkan untuk memahami PTK sebagai bagian dari upaya memperbaiki praktik pembelajaran. Materi yang disampaikan Prof. Tatag mengawali pembahasan dari situasi nyata di kelas, inovasi pembelajaran, pengertian penelitian tindakan, karakteristik PTK, hingga bagaimana penelitian tindakan dapat digunakan guru untuk memperbaiki proses belajar mengajar.

Dalam materinya, Prof. Tatag menjelaskan bahwa PTK merupakan kajian reflektif yang dilakukan oleh guru sebagai pelaku tindakan untuk meningkatkan sekaligus memperbaiki praktik pembelajaran di kelas. Penelitian tindakan juga memiliki karakter praktis dan siklis serta berangkat dari persoalan yang muncul dalam situasi pembelajaran sebenarnya.

Konteks tersebut membuat PTK relevan dengan pengalaman mahasiswa selama menjalani PPL Mandiri. Saat berada di sekolah, mahasiswa berhadapan langsung dengan peserta didik dan dinamika pembelajaran. Dari pengalaman itulah mahasiswa dapat mengenali persoalan yang benar-benar terjadi, kemudian memikirkan tindakan yang dapat dilakukan untuk memperbaiki pembelajaran.

Prof. Tatag juga menunjukkan bahwa inovasi pembelajaran dapat hadir melalui berbagai pendekatan, mulai dari pembelajaran interaktif dan kolaboratif, pembelajaran yang berpusat pada peserta didik seperti problem-based learning dan project-based learning, pembelajaran berbasis teknologi, hingga pembelajaran berbasis kasus atau proyek. Pilihan tindakan tersebut tetap perlu disesuaikan dengan masalah pembelajaran yang ditemukan di kelas.

Koordinator PPG UMSIDA, Dr. Mohammad Faizal Amir, M.Pd., menyampaikan bahwa pengalaman PPL Mandiri menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar melihat pembelajaran secara lebih kritis dan reflektif.

“Mahasiswa tidak hanya dituntut mampu melaksanakan pembelajaran. Dari praktik yang dilakukan, mereka perlu belajar mengenali persoalan, melakukan refleksi, kemudian menentukan perbaikan yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. PTK menjadi salah satu cara untuk membangun kebiasaan tersebut,” ujarnya.

Workshop PTK PPG UMSIDA Bekali Mahasiswa Merancang Perbaikan Pembelajaran

Workshop PTK PPG UMSIDA

Pembahasan Workshop PTK PPG UMSIDA kemudian diarahkan pada langkah yang lebih aplikatif. Mahasiswa tidak hanya diperkenalkan pada pengertian penelitian tindakan, tetapi juga bagaimana sebuah persoalan pembelajaran dikembangkan menjadi rancangan PTK yang sistematis.

Materi menekankan bahwa penelitian tindakan memiliki karakteristik yang berbeda dengan penelitian yang sekadar dilakukan untuk menguji teori. PTK berangkat dari masalah dalam praktik yang dijalani sendiri oleh guru atau praktikan. Hasilnya kemudian digunakan untuk merefleksikan sekaligus memperbaiki praktik tersebut. Data yang digunakan juga dapat berasal dari berbagai sumber, seperti hasil observasi, tugas peserta didik, arsip pembelajaran, wawancara, jurnal, maupun dokumentasi video.

Hal tersebut menjadi penting bagi mahasiswa PPG karena persoalan yang ditemukan selama PPL Mandiri tidak selalu sama. Kondisi peserta didik, karakteristik kelas, maupun proses pembelajaran dapat menghadirkan tantangan yang berbeda. Karena itu, mahasiswa perlu mampu menentukan persoalan yang memang dapat ditindaklanjuti melalui PTK, bukan sekadar memilih topik penelitian.

Dalam prosesnya, PTK dilakukan secara siklis. Masalah yang ditemukan menjadi dasar untuk merencanakan tindakan perbaikan. Tindakan kemudian diterapkan dalam pembelajaran, diamati hasilnya, dianalisis, dan direfleksikan untuk menentukan langkah berikutnya. Dengan cara tersebut, penelitian tidak berhenti pada pengumpulan data, tetapi bermuara pada perbaikan praktik pembelajaran.

Pendekatan ini sekaligus menguatkan posisi mahasiswa sebagai calon guru yang reflektif. Pengalaman mengajar tidak hanya selesai setelah pembelajaran berakhir, tetapi ditelaah kembali untuk mengetahui bagian yang sudah berjalan baik maupun aspek yang masih perlu diperbaiki.

Workshop PTK PPG UMSIDA Dampingi Penyusunan Kerangka Penelitian

Workshop PTK PPG UMSIDA

Setelah pemaparan materi dan diskusi, Workshop PTK PPG UMSIDA dilanjutkan dengan pendampingan penyusunan kerangka PTK. Sesi ini mendapatkan porsi waktu yang cukup panjang, mulai pukul 15.10 hingga 16.50 WIB, dengan pendampingan langsung oleh Prof. Tatag.

Pendampingan menjadi bagian penting karena mahasiswa diarahkan untuk membawa pemahaman tentang PTK menuju rancangan yang lebih konkret. Kerangka penelitian membantu mahasiswa menata hubungan antara persoalan yang ditemukan dalam pembelajaran, tindakan perbaikan yang dipilih, pelaksanaan tindakan, pengumpulan dan analisis data, hingga refleksi terhadap hasil yang diperoleh.

Dengan demikian, pengalaman PPL Mandiri dapat menjadi sumber persoalan autentik dalam penyusunan PTK. Mahasiswa diharapkan mampu melihat kondisi kelas secara lebih cermat, menentukan masalah yang perlu diperbaiki, serta memilih tindakan yang relevan dengan kebutuhan pembelajaran.

Kegiatan ditutup dengan penyampaian rencana tindak lanjut setelah sesi pendampingan. Rangkaian tersebut menunjukkan bahwa workshop tidak berhenti pada penguatan pemahaman mengenai konsep PTK, tetapi juga memberi ruang kepada peserta untuk mulai mengembangkan kerangka penelitian berdasarkan praktik pembelajaran.

Melalui Workshop PTK PPG UMSIDA, mahasiswa PPG CAGUR Gelombang 1 Semester 2 Tahun 2026 memperoleh penguatan untuk menempatkan PTK sebagai bagian dari proses belajar menjadi guru. Kemampuan menemukan masalah, merancang tindakan, mengamati proses, menganalisis hasil, dan melakukan refleksi menjadi bekal agar pengalaman selama PPL Mandiri tidak berhenti sebagai praktik mengajar, tetapi dapat digunakan untuk melakukan perbaikan pembelajaran secara berkelanjutan.

Penulis: Citra Azizah

Bertita Terkini

Rumah Etno Matematika
Projek Kepemimpinan PPG UMSIDA Hadirkan Rumah Etno Matematika untuk Penguatan Numerasi Anak
October 21, 2026By
Projek Kepemimpinan PPG UMSIDA Hadirkan Inovasi SELARAS untuk Pengelolaan Limbah Rumah Tangga
October 20, 2026By
Projek Kepemimpinan PPG UMSIDA Hadirkan Inovasi Filter Air dari Cangkang Kupang
October 19, 2026By
Projek Kepemimpinan PPG UMSIDA Hadirkan Inovasi Kerajinan Kulit Kupang Bernilai Ekonomi
October 19, 2026By
PPG UMSIDA Perkuat Publikasi dan Perlindungan Karya Ilmiah Mahasiswa
October 15, 2026By
PPG UMSIDA Perkuat Kesiapan Mahasiswa Guru Tertentu PKA 2026 melalui Orientasi
October 8, 2026By
Projek Kepemimpinan PPG UMSIDA Hadirkan ECOFUN untuk Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini
October 8, 2026By
Projek Kepemimpinan PPG UMSIDA Hadirkan Inovasi Aquaponik untuk Ketahanan Pangan
October 7, 2026By

Prestasi

Noly Shofiyah
Noly Shofiyah, Dosen IPA Umsida, Torehkan Prestasi di Publikasi Ilmiah Internasional
November 19, 2024By
Mahasiswa Pendidikan IPA Berhasil Lulus 3,5 Tahun
August 22, 2024By
Wisuda 43 2024: 4 Mahasiswa Pendidikan IPA Raih Predikat Wisudawan Berprestasi
July 1, 2024By
Kembali Ukir Prestasi, HIMA Pendidikan IPA Berhasil Lolos Pendanaan PPK Ormawa 2024
May 31, 2024By
P2MW : Mahasiswa Pendidikan IPA Kembali Berhasil Lolos Pendaan
April 29, 2024By
Mahasiswa Pendidikan IPA Terpilih Sebagai Duta Muda Jawa Timur
February 10, 2024By
Medali Emas dan Perak dalam Kompetisi Internasional IC-RiiTEL Universiti Malaya
January 3, 2024By
PKM (Program Kreativitas Mahasiswa): 2 Kelompok Mahasiswa Pendidikan IPA Raih Insentif dan Pendanaan Proposal
August 22, 2023By