ppg.umsida.ac.id — Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo menyelenggarakan Evaluasi Pelaksanaan PPL PPG Calon Guru Semester 1 Gelombang 1 Tahun 2026 pada Senin, 29 Juni 2026, di Fave Hotel Sidoarjo. Kegiatan ini diikuti dosen PPG, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), guru pamong, Waka Kurikulum, kepala sekolah mitra, serta pendamping Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo sebagai penguatan koordinasi, dokumentasi, evaluasi sekolah, dan tindak lanjut PPL Terbimbing.
Evaluasi Pelaksanaan PPL Tegaskan Koordinasi Prodi dan Sekolah Mitra
Kegiatan Evaluasi Pelaksanaan PPL menjadi sarana penting bagi Prodi PPG UMSIDA untuk memastikan PPL Terbimbing berjalan sesuai arah program, standar akademik, dan kebutuhan sekolah mitra. Sejak awal kegiatan, DPL menyampaikan perkembangan pendampingan mahasiswa, catatan supervisi, kelengkapan bukti, integrasi penilaian, serta rekap dokumentasi PPL yang telah dilakukan di sekolah.
Dalam arahannya, Dr Nurdiansyah, M.Pd. selaku Wakil Rektor 3 menegaskan bahwa PPL harus menjadi pengalaman belajar yang terarah bagi mahasiswa PPG.
“PPL merupakan ruang belajar nyata bagi mahasiswa. Karena itu, pelaksanaannya harus didampingi, dievaluasi, dan didokumentasikan dengan baik agar menjadi bagian dari pembentukan guru profesional,” ujarnya.
Kegiatan ini juga dihadiri Cholifah, S.ST., M.Kes. selaku Direktur Akademik dan Moh. Nuh, S.Sos., M.Si. sebagai pendamping dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo. Moh. Nuh menilai keterlibatan sekolah mitra menjadi kunci dalam penyiapan calon guru.
“PPL ini adalah kerja bersama antara kampus dan sekolah. Mahasiswa belajar langsung dari lingkungan sekolah, sementara sekolah dapat memberi masukan agar calon guru semakin siap menghadapi kebutuhan pembelajaran di kelas,” ungkapnya.
Evaluasi Pelaksanaan PPL Bahas Peran DPL, Guru Pamong, dan Sekolah

Fokus kegiatan Evaluasi Pelaksanaan PPL adalah menelaah kembali tahapan PPL Terbimbing, mulai dari orientasi, observasi, asistensi mengajar, praktik pembelajaran terbimbing, hingga refleksi dan evaluasi. Pada tahap orientasi, mahasiswa mengenal budaya sekolah, sistem pembelajaran, serta mekanisme pendampingan. Pada tahap observasi, mahasiswa mengamati manajemen sekolah, lingkungan belajar, aktivitas guru, budaya sekolah, dan kebutuhan murid.
Perwakilan DPL menyampaikan bahwa pendampingan tidak hanya dilakukan saat supervisi praktik mengajar, tetapi sejak mahasiswa mengenal sekolah mitra.
“Kami mendampingi mahasiswa sejak orientasi, observasi, asistensi, hingga praktik pembelajaran terbimbing. Setiap tahapan perlu dilihat sebagai proses pembentukan kompetensi, bukan sekadar pemenuhan tugas,” ujarnya.
Guru pamong juga berperan langsung dalam membimbing mahasiswa menyusun perangkat, memahami kondisi kelas, melaksanakan asistensi, dan menerima umpan balik.
Salah satu perwakilan guru pamong menjelaskan, “Mahasiswa PPG perlu dibiasakan memahami kondisi kelas secara nyata. Melalui asistensi dan praktik terbimbing, mereka belajar mengelola kelas, berinteraksi dengan peserta didik, dan memperbaiki pembelajaran.”
Dalam kegiatan ini, guru pamong dan pihak sekolah melampirkan rekap dokumentasi PPL. Setiap sekolah juga menyusun hasil evaluasi pelaksanaan PPL sebagai masukan bagi Prodi PPG UMSIDA. Catatan dari sekolah membantu prodi melihat keterlaksanaan PPL berdasarkan karakteristik, budaya, dan dinamika pembelajaran di masing-masing satuan pendidikan.
Evaluasi Pelaksanaan PPL Perkuat Bukti Kinerja dan Integrasi Penilaian

Hasil Evaluasi Pelaksanaan PPL menekankan pentingnya bukti kinerja sebagai dasar akuntabilitas, pelaporan akademik, dan penilaian mahasiswa. Bukti dari DPL meliputi surat tugas dan SPPD, lembar kunjungan lapangan, dokumentasi kunjungan, integrasi penilaian, rekap nilai PPL di LMS, dokumen yang dinilai, dan laporan pelaksanaan kunjungan. Sementara itu, guru pamong melampirkan instrumen penilaian perangkat pembelajaran, instrumen praktik mengajar, serta dokumentasi kegiatan.
Koordinator PPG UMSIDA, Dr. Mohammad Faizal Amir, M.Pd., menegaskan bahwa dokumentasi dari DPL, guru pamong, dan sekolah mitra menjadi dasar penting dalam tindak lanjut PPL.
“Setiap tahapan PPL perlu memiliki bukti yang jelas. Rekap dokumentasi dari DPL, guru pamong, dan sekolah mitra menjadi dasar agar pendampingan, penilaian, dan tindak lanjut dapat dilakukan secara objektif,” ujarnya.
Komponen dokumen yang dinilai mencakup LK orientasi dan observasi manajemen sekolah, observasi lingkungan belajar, refleksi praktik asistensi, refleksi praktik pembelajaran terbimbing, serta e-portfolio. Integrasi penilaian PPL harus terhubung dengan bukti kinerja mahasiswa, rekap nilai di LMS, dan dokumen pendukung. Melalui kegiatan ini, Prodi PPG UMSIDA memperkuat komitmen menghadirkan PPL yang bermutu, kolaboratif, terdokumentasi, dan berdampak bagi pembentukan guru profesional.


















