ppg.umsida.ac.id — Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) menggelar Rapat Koordinasi Penyamaan Persepsi Instrumen LAMDIK IAPSK 3.0 pada Rabu, 30 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat GKB 7 Lantai 1 Kampus 3 UMSIDA ini menjadi forum koordinasi internal untuk membangun pemahaman bersama terhadap instrumen LAMDIK IAPSK 3.0.
Rapat melibatkan unsur pengelola Program Studi PPG dan penjaminan mutu, mulai dari Koordinator PPG, Gugus Jaminan Mutu (GJM), Unit Jaminan Mutu (UJM), Koordinator IT dan Data PPG, Koordinator Keuangan PPG, hingga tim administrasi. Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi bagian penting dalam menyatukan pemahaman terhadap instrumen yang menjadi fokus pembahasan.
Melalui Penyamaan Persepsi Instrumen LAMDIK IAPSK 3.0, setiap unsur yang terlibat diharapkan memiliki pemahaman yang selaras sehingga koordinasi dalam penyiapan kebutuhan Program Studi PPG dapat dilakukan secara lebih terarah. Forum ini sekaligus memperkuat komunikasi antara pengelola program studi, unit penjaminan mutu, serta tim pendukung dalam menjalankan perannya masing-masing.
Penyamaan Persepsi Instrumen LAMDIK IAPSK 3.0 Perkuat Koordinasi Tim

Rapat Penyamaan Persepsi Instrumen LAMDIK IAPSK 3.0 diikuti oleh delapan peserta yang berasal dari berbagai unsur pengelolaan Program Studi PPG UMSIDA. Komposisi peserta menunjukkan bahwa kegiatan ini tidak hanya melibatkan unsur akademik, tetapi juga penjaminan mutu, pengelolaan data, keuangan, dan administrasi.
Koordinator PPG UMSIDA, Dr. Mohammad Faizal Amir, M.Pd., hadir bersama Dr. Vidya Mandarani, M.Hum. dari Gugus Jaminan Mutu dan Dr. Fitria Wulandari, S.Pd., M.Pd. dari Unit Jaminan Mutu. Selain itu, rapat melibatkan Angga Rifki Setiyo Pramuji, S.Kom. sebagai Koordinator IT dan Data PPG serta Pandu Prameswari Hariyono, S.E., M.SA. sebagai Koordinator Keuangan PPG.
Unsur administrasi juga dilibatkan melalui Citra Azizah, S.Pd. pada bidang keuangan dan administrasi, Agista Kallistasania Sutejo, S.Pd. pada bidang mutu dan akademik, serta Delila Aprilila pada bidang kelas dan publikasi.
Komposisi tersebut mempertemukan unsur-unsur yang memiliki peran berbeda dalam pengelolaan Program Studi PPG. Penyamaan persepsi diperlukan agar instrumen yang menjadi fokus rapat dapat dipahami dalam kerangka kerja yang sama, sekaligus mendukung koordinasi antartim sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing.
Dengan demikian, rapat tidak hanya menjadi ruang pertemuan internal, tetapi juga momentum untuk memperkuat komunikasi antara pengelola program studi dan unsur penjaminan mutu dengan tim pendukung yang menangani data, keuangan, akademik, administrasi, hingga publikasi.
Penyamaan Persepsi Instrumen LAMDIK IAPSK 3.0 Satukan Pemahaman Tim

Fokus utama rapat adalah Penyamaan Persepsi Instrumen LAMDIK IAPSK 3.0. Sesuai dengan tema kegiatan, forum diarahkan untuk membangun pemahaman yang sama di antara unsur yang terlibat sehingga instrumen tidak dipahami secara terpisah berdasarkan bidang kerja masing-masing.
Penyamaan persepsi menjadi penting karena pengelolaan mutu program studi melibatkan berbagai unsur yang saling berkaitan. GJM dan UJM memiliki peran dalam penjaminan mutu, sementara pengelola Program Studi PPG mengoordinasikan pelaksanaan program. Di sisi lain, tim IT dan Data, keuangan, serta administrasi menjadi unsur pendukung yang berkaitan dengan pengelolaan informasi dan dokumen sesuai bidang tugasnya.
Karena itu, keterlibatan seluruh unsur dalam satu forum koordinasi memberikan ruang untuk membangun keselarasan pemahaman. Setiap bagian dapat melihat kebutuhan Program Studi PPG secara lebih utuh dan tidak terbatas pada pekerjaan administratif di unit masing-masing.
Pelaksanaan rapat secara luring juga mendukung proses koordinasi antartim. Dokumentasi kegiatan memperlihatkan tim PPG UMSIDA mengikuti rapat secara langsung dengan materi Rapat Koordinasi Penyamaan Persepsi Instrumen LAMDIK IAPSK 3.0 ditampilkan sebagai fokus kegiatan.
Rapat ini menjadi bagian dari upaya Program Studi PPG UMSIDA untuk membangun kesiapan secara terkoordinasi. Dengan persepsi yang selaras, komunikasi antartim dapat berlangsung lebih efektif dan setiap unsur dapat menjalankan tugasnya dengan mengacu pada pemahaman yang sama terhadap instrumen yang dibahas.
Penyamaan Persepsi Instrumen LAMDIK IAPSK 3.0 Dukung Penjaminan Mutu PPG

Pelaksanaan Penyamaan Persepsi Instrumen LAMDIK IAPSK 3.0 juga menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam mendukung penjaminan mutu Program Studi PPG UMSIDA. Kehadiran GJM dan UJM bersama pengelola program studi serta tim pendukung menempatkan penjaminan mutu sebagai proses yang membutuhkan keterlibatan berbagai unsur.
Dalam konteks tersebut, data, administrasi, keuangan, akademik, dan dokumentasi menjadi bagian yang perlu dikelola secara terkoordinasi sesuai peran masing-masing. Pertemuan dalam satu forum memberikan kesempatan bagi tim untuk memiliki titik pijak yang sama dalam memahami instrumen LAMDIK IAPSK 3.0.
Koordinasi semacam ini juga penting untuk menjaga konsistensi kerja tim. Pengelolaan program studi tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan akademik, tetapi juga membutuhkan dukungan data dan administrasi yang tertib serta mekanisme penjaminan mutu yang berjalan secara terintegrasi.
Rapat koordinasi pada 30 September 2026 tersebut menjadi salah satu langkah Program Studi PPG UMSIDA dalam memperkuat kesiapan internal melalui penyamaan pemahaman tim. Kegiatan yang melibatkan delapan unsur pengelola dan pendukung tersebut menunjukkan bahwa kesiapan program studi dibangun melalui kerja bersama antara pengelola, penjaminan mutu, serta unit pendukung.
Melalui forum ini, Program Studi PPG UMSIDA memperkuat koordinasi internal agar setiap unsur memiliki pemahaman yang selaras terhadap instrumen LAMDIK IAPSK 3.0. Kesamaan persepsi tersebut menjadi fondasi penting bagi tim untuk melanjutkan proses pengelolaan dan penjaminan mutu secara lebih terarah, sistematis, dan terkoordinasi.
Penulis: Delila Aprilila

















