ppg.umsida.ac.id — Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Desiminasi dan Pembekalan Pelaksanaan PPL Mandiri menjadi langkah yang dilakukan Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) untuk mempersiapkan pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Mandiri bagi mahasiswa PPG Calon Guru (CAGUR) Gelombang 1 Semester 2 Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 23 Juli 2026 di Fave Hotel Sidoarjo ini diikuti oleh pimpinan universitas, koordinator akademik, dosen pembimbing lapangan (DPL), guru pamong, serta tenaga kependidikan yang terlibat dalam penyelenggaraan PPG UMSIDA.
Desiminasi dan Pembekalan Pelaksanaan PPL Mandiri Samakan Persepsi Pendamping

Dalam laporannya, Dr. Mohammad Faizal Amir, M.Pd., selaku Koordinator PPG UMSIDA, menyampaikan bahwa pembekalan ini menjadi bagian penting sebelum mahasiswa diterjunkan ke sekolah. Menurutnya, keberhasilan PPL Mandiri tidak hanya ditentukan oleh kesiapan mahasiswa, tetapi juga oleh kesamaan pemahaman antara DPL dan guru pamong dalam mendampingi proses belajar mahasiswa.
“Kami ingin seluruh DPL dan guru pamong memiliki panduan yang sama dalam mendampingi mahasiswa. Dengan begitu, proses pembimbingan dapat berjalan lebih terarah dan mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang optimal selama berada di sekolah,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Prof. Dr. Hana Catur Wahyuni, S.T., M.T., Wakil Rektor I UMSIDA, menegaskan bahwa kolaborasi antara kampus dan sekolah menjadi faktor penting dalam penyelenggaraan PPG. Menurutnya, DPL dan guru pamong memiliki peran strategis dalam membantu mahasiswa mengembangkan kompetensi sebagai calon guru profesional.
“Pendampingan yang baik bukan hanya mengarahkan mahasiswa saat mengajar, tetapi juga membantu mereka berkembang melalui proses refleksi, diskusi, dan evaluasi yang berkelanjutan,” tuturnya.
Materi pembekalan diawali dengan penyamaan persepsi mengenai tujuan PPL PPG. Peserta memperoleh penjelasan bahwa PPL merupakan bagian yang terintegrasi dengan mata kuliah di Semester 2, khususnya Pembelajaran Mendalam dan Asesmen Lanjut serta Pembelajaran Sosial Emosional. Melalui integrasi tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menghubungkan pembelajaran di kampus dengan praktik nyata di sekolah.
Desiminasi dan Pembekalan Pelaksanaan PPL Mandiri Perkuat Kompetensi Mentor

Materi Upgrading Mentoring Skill yang disampaikan mengajak peserta memahami perubahan peran mentor dari waktu ke waktu. Jika sebelumnya mentor lebih banyak berperan sebagai pemberi informasi atau evaluator, kini pendamping diharapkan mampu menjadi mitra belajar yang mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis, merefleksikan pengalaman, dan menemukan solusi atas tantangan yang dihadapi selama praktik di sekolah. Pendekatan ini diharapkan mampu membentuk proses pembimbingan yang lebih kolaboratif dan berpusat pada pengembangan kapasitas mahasiswa.
Dr. Tri Linggo Wati, M.Pd., dalam sesi Upgrading Mentoring Skill, mengajak peserta melihat kembali peran mentor dalam proses pembimbingan mahasiswa PPG. Menurutnya, keberhasilan pendampingan tidak hanya diukur dari kemampuan mahasiswa menyelesaikan tugas, tetapi juga dari proses belajar yang mereka alami selama menjalani PPL.
“Mentor bukan hanya memberi arahan ketika mahasiswa mengalami kesulitan. Yang lebih penting adalah bagaimana kita membantu mereka menemukan cara belajar, berani mencoba, dan terus melakukan refleksi terhadap setiap pengalaman di sekolah,” jelasnya.
Peserta juga diajak melakukan refleksi mengenai gaya pendampingan yang selama ini diterapkan. Melalui diskusi dan latihan penyusunan SMART Goals, DPL dan guru pamong menyusun target pendampingan yang spesifik, terukur, realistis, relevan, dan memiliki batas waktu. Langkah tersebut diharapkan menjadi bekal dalam membangun proses mentoring yang lebih terarah selama PPL Mandiri berlangsung.
Desiminasi dan Pembekalan Pelaksanaan PPL Mandiri Siapkan Pendampingan yang Lebih Terarah

Sebagai penutup kegiatan, peserta mengikuti sesi role playing yang menggambarkan berbagai situasi yang mungkin ditemui selama proses pembimbingan mahasiswa di sekolah. Dalam sesi ini, DPL dan guru pamong mempraktikkan tahapan mentoring mulai dari membangun komunikasi awal, menyepakati tujuan pendampingan, memberikan umpan balik, hingga melakukan refleksi bersama mahasiswa. Kegiatan tersebut menjadi ruang belajar bersama untuk menyamakan pola pendampingan yang akan diterapkan selama PPL Mandiri.
Dr. Mohammad Faizal Amir berharap pembekalan ini menjadi awal dari kolaborasi yang semakin kuat antara kampus dan sekolah mitra dalam mendampingi mahasiswa PPG.
“Mahasiswa akan lebih siap menjadi guru ketika mendapatkan pendampingan yang baik dari DPL maupun guru pamong. Karena itu, kami ingin proses pembimbingan di sekolah tidak hanya berorientasi pada penilaian, tetapi juga menjadi ruang belajar yang memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa,” ungkapnya.
Melalui Desiminasi dan Pembekalan Pelaksanaan PPL Mandiri ini, Program Studi PPG UMSIDA menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan PPL sebagai bagian penting dalam membentuk calon guru yang profesional, reflektif, dan siap menghadapi dinamika pembelajaran di sekolah.
Penulis: Citra Azizah


















