ppg.umsida.ac.id — Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) menyelenggarakan Sosialisasi Proyeksi Penguji UKPPPG Guru Tertentu Tahap 4 pada Kamis, 10 November 2025. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring berbasis domisili sebagai bagian dari upaya perencanaan dan penguatan penjaminan mutu pelaksanaan Uji Kompetensi Peserta Pendidikan Profesi Guru (UKPPPG) bagi peserta Program Guru Tertentu (Guter) Tahap 4.
Sosialisasi ini diikuti oleh dosen dan guru pamong yang terlibat dalam penyelenggaraan PPG. Kegiatan bertujuan untuk menyamakan pemahaman terkait kebijakan, kriteria, serta mekanisme proyeksi dan penugasan penguji UKPPPG, sekaligus memastikan ketersediaan penguji yang profesional, kompeten, dan sesuai dengan ketentuan linieritas bidang studi.
Proyeksi Penguji UKPPPG sebagai Fondasi Penjaminan Mutu PPG
Dalam sambutannya, Dr. Septi Budi Sartika, M.Pd., selaku Dekan FPIP, menegaskan bahwa pelaksanaan UKPPPG merupakan tahapan akhir yang sangat menentukan dalam penyelenggaraan Pendidikan Profesi Guru.
Oleh karena itu, keterlibatan penguji yang profesional dan memenuhi kualifikasi menjadi prasyarat utama dalam menjaga kredibilitas hasil uji kompetensi.
“UKPPPG adalah wajah akhir dari seluruh proses PPG. Karena itu, proyeksi dan penugasan penguji harus dipersiapkan secara cermat agar proses penilaian berjalan objektif, adil, dan benar-benar mencerminkan kompetensi peserta,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa kegiatan sosialisasi ini bukan sekadar penyampaian informasi teknis, melainkan bagian dari upaya institusi dalam membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya peran penguji sebagai penjamin mutu lulusan PPG.
Kesesuaian kualifikasi, linieritas bidang studi, serta pemahaman terhadap mekanisme penilaian dinilai menjadi faktor kunci dalam pelaksanaan UKPPPG yang berkualitas.
Melalui sosialisasi ini, Dekan FPIP berharap terbangun kesamaan persepsi antara pengelola PPG, dosen, dan guru pamong terkait peran dan tanggung jawab masing-masing, sehingga potensi kendala akademik maupun teknis dalam pelaksanaan UKPPPG dapat diminimalkan sejak tahap perencanaan.
Proyeksi Penguji UKPPPG dari Perspektif Akademik dan Kebijakan Prodi

Materi utama sosialisasi disampaikan oleh Dr. Mohammad Faizal Amir, M.Pd., selaku Koordinator Program Studi PPG UMSIDA.
Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa proyeksi penguji UKPPPG Guru Tertentu Tahap 4 disusun berdasarkan kebutuhan jumlah peserta, sebaran bidang studi, serta jadwal pelaksanaan UKPPPG yang telah ditetapkan.
Menurutnya, perencanaan penguji yang sistematis menjadi kunci agar pelaksanaan uji kompetensi dapat berjalan efektif tanpa mengorbankan kualitas penilaian. Proyeksi ini mencakup pemetaan dosen dan guru pamong yang memenuhi kualifikasi, termasuk kesesuaian linieritas bidang studi sesuai ketentuan nasional.
“Melalui sosialisasi ini, kami ingin memastikan bahwa seluruh dosen dan guru pamong memiliki pemahaman yang sama terkait mekanisme proyeksi dan penugasan penguji UKPPPG. Dengan perencanaan yang matang, pelaksanaan uji kompetensi dapat berjalan lebih tertib dan berkualitas,” jelasnya.
Koordinator PPG juga menekankan bahwa peran penguji tidak hanya terbatas pada tahap UKPPPG, tetapi menjadi bagian dari rangkaian penjaminan mutu PPG secara menyeluruh, mulai dari pembelajaran, PPL, hingga evaluasi akhir kompetensi peserta.
Oleh karena itu, kesadaran akademik mengenai standar penilaian dan tanggung jawab profesional perlu terus diperkuat.
Dalam sesi diskusi, peserta diberikan ruang untuk menyampaikan pertanyaan dan klarifikasi terkait mekanisme proyeksi, termasuk skema keterlibatan penguji lintas bidang studi serta antisipasi kebutuhan penguji tambahan apabila terjadi perubahan jumlah peserta.
Proyeksi Penguji UKPPPG Berbasis Sistem dan Penguatan Tata Kelola Digital
Dari aspek teknologi informasi, materi teknis disampaikan oleh Angga Rifki Setiyo Pramuji, S.Kom., selaku Admin IT PPG UMSIDA. Ia menjelaskan mekanisme pengisian data proyeksi penguji melalui formulir daring serta alur rekrutmen dan penetapan penguji UKPPPG melalui laman resmi PPG.
Pemanfaatan sistem informasi ini dinilai penting untuk menjamin keakuratan data, efisiensi proses, serta ketepatan waktu dalam perencanaan dan penugasan penguji.
Peserta juga dibekali pemahaman mengenai integrasi data akademik dan administrasi berbasis sistem digital sebagai bagian dari tata kelola PPG yang transparan dan berkelanjutan.
Hasil kegiatan sosialisasi menunjukkan terbangunnya pemahaman yang lebih komprehensif dari sisi akademik maupun teknologi informasi.
Dari aspek akademik, peserta memahami pentingnya kesesuaian kualifikasi dan linieritas dosen serta guru pamong sebagai penguji UKPPPG. Sementara dari aspek IT, peserta semakin memahami pemanfaatan sistem digital dalam mendukung perencanaan dan pengelolaan PPG secara terintegrasi.
Secara keseluruhan, Sosialisasi Proyeksi Penguji UKPPPG Guru Tertentu Tahap 4 menjadi langkah strategis dalam memastikan pelaksanaan UKPPPG yang objektif, profesional, dan berkualitas.
Melalui perencanaan penguji yang sistematis dan berbasis data, PPG UMSIDA menegaskan komitmennya dalam memperkuat penjaminan mutu lulusan Pendidikan Profesi Guru secara berkelanjutan.
Penulis: Citra Azizah


















