ppg.umsida.ac.id — Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) menyelenggarakan Pembekalan Dosen, Admin LMS, dan Guru Pamong Program Calon Guru Gelombang 1 Tahun 2026 pada Jumat–Sabtu, 23–24 Januari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara luring di Fave Hotel Sidoarjo sebagai bagian dari persiapan awal penyelenggaraan PPG Calon Guru Tahun 2026.
Pembekalan ini diikuti oleh dosen PPG, admin Learning Management System (LMS), serta guru pamong dari sekolah mitra. Kegiatan bertujuan untuk menyatukan pemahaman, memperkuat koordinasi, serta memastikan kesiapan seluruh unsur pendukung PPG dalam mendampingi mahasiswa calon guru secara profesional dan berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan resmi oleh Prof. Dr. Hana Catur Wahyuni, M.T., dilanjutkan sambutan kolaboratif oleh Moh. Nuh, S.Sos., M.Si., serta laporan kegiatan oleh Dr. Septi Budi Sartika, M.Pd.. Seluruh rangkaian pembukaan menjadi penanda dimulainya pembekalan secara terstruktur dan terarah.
Pembekalan Dosen, Admin LMS, dan Guru Pamong sebagai Fondasi Sinergi Awal PPG

Dalam laporan kegiatannya, Dr. Septi Budi Sartika, M.Pd. menegaskan bahwa Pembekalan Dosen, Admin LMS, dan Guru Pamong merupakan tahapan penting dalam menjaga mutu penyelenggaraan PPG sejak awal. Menurutnya, keberhasilan PPG tidak hanya ditentukan oleh kurikulum, tetapi oleh keselarasan peran antarpendamping mahasiswa.
“Pembekalan ini menjadi ruang awal untuk menyatukan persepsi seluruh unsur PPG. Dosen, admin LMS, dan guru pamong memiliki peran yang saling melengkapi dalam membentuk calon guru profesional,” ungkapnya.
Sementara itu, Prof. Dr. Hana Catur Wahyuni, M.T. dalam sambutannya menekankan bahwa PPG Calon Guru merupakan program strategis yang menuntut tata kelola akademik dan administratif yang tertib. Ia menyampaikan bahwa pembekalan ini merupakan bagian dari penguatan sistemik agar pelaksanaan PPG berjalan sesuai standar nasional.
“PPG membutuhkan kesiapan sumber daya manusia yang utuh. Pembekalan ini menjadi investasi penting agar proses pendampingan mahasiswa berjalan konsisten dan berkualitas,” tuturnya.
Dari perspektif pemerintah daerah, Moh. Nuh, S.Sos., M.Si. menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan mitra. Menurutnya, Pembekalan Dosen, Admin LMS, dan Guru Pamong menjadi titik temu strategis untuk menyelaraskan peran akademik dan praktik lapangan.
“Keberhasilan PPG sangat ditentukan oleh kolaborasi yang kuat antara perguruan tinggi dan sekolah. Guru pamong dan dosen harus berjalan seiring dalam mendampingi calon guru,” ujarnya.
Pembekalan Dosen, Admin LMS, dan Guru Pamong dalam Penguatan Akademik dan Pendampingan

Memasuki sesi materi inti, Dr. Mohammad Faizal Amir, M.Pd. menyampaikan paparan terkait alur pembelajaran PPG, peran dosen, dan sinergi dengan guru pamong. Ia menjelaskan bahwa PPG Calon Guru menuntut pendampingan yang konsisten sejak orientasi hingga PPL dan uji kompetensi.
Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa Pembekalan Dosen, Admin LMS, dan Guru Pamong bukan sekadar agenda teknis, melainkan ruang penyamaan ekspektasi akademik.
“Mahasiswa PPG harus merasakan pendampingan yang utuh. Itu hanya bisa terjadi jika dosen dan guru pamong memiliki pemahaman yang sama tentang peran, alur, dan standar pembelajaran,” jelasnya.
Materi lain yang disampaikan mencakup telaah mata kuliah PPG, pelaksanaan PPL, proyek kepemimpinan, serta peran guru pamong dalam pembimbingan reflektif. Diskusi berlangsung aktif dengan berbagai pertanyaan terkait skema pendampingan, penilaian, dan koordinasi lintas peran.
Pembekalan ini juga mempertegas bahwa guru pamong tidak hanya berfungsi sebagai pendamping lapangan, tetapi sebagai mitra akademik yang berperan dalam pembentukan kompetensi pedagogik dan profesional calon guru.
Pembekalan Dosen, Admin LMS, dan Guru Pamong Berbasis LMS dan Tata Kelola Digital

Pada sesi penguatan tata kelola digital, admin LMS PPG UMSIDA menyampaikan materi terkait pengelolaan Learning Management System, alur aktivitas mahasiswa, serta peran admin dalam mendukung kelancaran pembelajaran daring dan pelaporan akademik.
Dalam konteks ini, Pembekalan Dosen, Admin LMS, dan Guru Pamong diarahkan untuk memastikan bahwa seluruh pihak memahami fungsi LMS sebagai ruang pembelajaran, monitoring, dan dokumentasi proses PPG. Admin LMS diposisikan sebagai penghubung teknis antara kebijakan akademik dan implementasi sistem.
Melalui pembekalan ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai integrasi peran dosen, guru pamong, dan admin LMS dalam menjaga ketertiban administrasi, keakuratan data, serta kesinambungan proses pembelajaran.
Selain aspek teknis, forum ini juga menjadi ruang konsolidasi komunikasi antarpelaksana PPG. Diskusi lintas peran mendorong terbangunnya pola kerja kolaboratif yang adaptif terhadap dinamika pelaksanaan PPG Calon Guru.
Secara keseluruhan, Pembekalan Dosen, Admin LMS, dan Guru Pamong Program Calon Guru Gelombang 1 Tahun 2026 menjadi langkah strategis PPG UMSIDA dalam memastikan kesiapan sumber daya manusia pendukung PPG.
Melalui pembekalan yang terstruktur dan komprehensif, PPG UMSIDA menegaskan komitmennya untuk menyelenggarakan PPG Calon Guru yang bermutu, profesional, dan berkelanjutan.
Penulis: Citra Azizah


















