ppg.umsida.ac.id — Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) menyelenggarakan Pembekalan PPL Terbimbing Mahasiswa PPG Calon Guru (CAGUR) Gelombang 1 Tahun 2026 pada Rabu, 12 Februari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk persiapan akademik dan teknis sebelum mahasiswa diterjunkan ke sekolah mitra dalam pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL).
Pembekalan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa PPG CAGUR Gelombang 1 Tahun 2026 dan menjadi tahapan penting dalam rangkaian perkuliahan PPG. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dibekali pemahaman mengenai teknis pelaksanaan PPL, mekanisme koordinasi dengan sekolah mitra, penyusunan perangkat pembelajaran, serta etika profesional selama menjalankan praktik di satuan pendidikan.
Kegiatan pembekalan PPL terbimbing ini dirancang untuk memastikan mahasiswa tidak hanya siap secara administratif, tetapi juga matang secara pedagogik, profesional, dan mental sebagai calon guru profesional.
Pembekalan PPL Terbimbing sebagai Tahap Strategis Integrasi Teori dan Praktik

Dalam kegiatan pembekalan PPL terbimbing, Koordinator PPL PPG UMSIDA, Dr. Tri Linggo Wati, M.Pd., menyampaikan penjelasan teknis terkait mekanisme pelaksanaan PPL di sekolah mitra.
Ia menegaskan bahwa PPL Terbimbing merupakan ruang belajar nyata bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan seluruh kompetensi yang telah dipelajari selama perkuliahan.
Menurutnya, kesiapan perangkat pembelajaran dan kedisiplinan administrasi menjadi aspek penting dalam pelaksanaan PPL.
Mahasiswa harus memastikan bahwa modul ajar, RPP, asesmen, serta perangkat pendukung lainnya telah disusun dengan baik sebelum praktik mengajar dilakukan.
“PPL Terbimbing harus dijalankan secara tertib dan profesional. Perangkat ajar, koordinasi dengan guru pamong, serta refleksi setelah praktik menjadi kunci agar pengalaman di sekolah benar-benar membentuk kompetensi mengajar mahasiswa,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya komunikasi aktif antara mahasiswa, guru pamong, dan dosen pembimbing lapangan (DPL).
Sinergi ini dinilai menjadi fondasi keberhasilan praktik di sekolah, sekaligus sebagai bentuk penjaminan mutu pelaksanaan PPL dalam program PPG.
Melalui pembekalan PPL terbimbing, mahasiswa diharapkan memahami bahwa PPL bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan proses pembentukan identitas profesional sebagai guru.
Pembekalan PPL Terbimbing dalam Perspektif Akademik dan Profesionalisme Guru

Selain pemaparan teknis, materi akademik dalam pembekalan PPL terbimbing disampaikan oleh Dr. Mohammad Faizal Amir, M.Pd., selaku Koordinator Program Studi PPG UMSIDA.
Dalam paparannya, ia menekankan bahwa PPL Terbimbing merupakan fase penting integrasi antara teori pendidikan dan praktik lapangan.
Ia menjelaskan bahwa selama menjalani PPL, mahasiswa tidak hanya dinilai dari kemampuan menyampaikan materi, tetapi juga dari kemampuan mengelola kelas, membangun interaksi yang humanis, serta menunjukkan etika profesi sebagai calon guru.
“PPL Terbimbing adalah momen mengintegrasikan teori dengan praktik nyata di kelas. Di sini mahasiswa belajar menjadi guru yang tidak hanya menguasai materi, tetapi juga mampu membangun komunikasi dan karakter profesional,” ungkapnya.
Dr. Faizal juga mengingatkan bahwa mahasiswa PPG UMSIDA membawa nama institusi saat berada di sekolah mitra. Oleh karena itu, sikap, perilaku, serta integritas selama praktik menjadi representasi mutu lulusan PPG UMSIDA.
Dalam diskusi yang berlangsung interaktif, mahasiswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan terkait teknis pelaporan, sistem supervisi, hingga evaluasi akhir PPL. Sesi ini memperkuat pemahaman mahasiswa bahwa pembekalan PPL terbimbing tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga reflektif dan dialogis.
Pembekalan PPL Terbimbing sebagai Komitmen Mutu PPG UMSIDA

Secara keseluruhan, pelaksanaan pembekalan PPL terbimbing menjadi bagian dari komitmen PPG UMSIDA dalam menjaga kualitas lulusan. Program ini memastikan setiap mahasiswa mendapatkan arahan yang jelas sebelum memasuki lingkungan sekolah sebagai tempat praktik profesional.
PPL Terbimbing dalam PPG CAGUR Gelombang 1 Tahun 2026 dirancang berbasis supervisi berkelanjutan.
Mahasiswa akan mendapatkan pendampingan dari guru pamong dan dosen pembimbing lapangan, sehingga proses refleksi dan perbaikan pembelajaran dapat dilakukan secara sistematis.
Kegiatan ini juga mempertegas bahwa mutu PPG tidak hanya ditentukan pada tahap perkuliahan, tetapi juga pada kualitas implementasi praktik di lapangan. Dengan adanya pembekalan PPL terbimbing, mahasiswa diharapkan memiliki kesiapan menyeluruh baik kompetensi pedagogik, profesional, sosial, maupun kepribadian.
Melalui kegiatan ini, PPG UMSIDA menegaskan komitmennya dalam mencetak guru profesional yang adaptif terhadap dinamika sekolah, mampu berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, serta memiliki integritas sebagai pendidik.
Penulis: Citra Azizah


















