ppg.umsida.ac.id — Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) melalui Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) menyelenggarakan Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru (CAGUR) Gelombang 1 Tahun 2026 pada Senin, 26 Januari 2025. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah strategis untuk menyamakan persepsi dan memperkuat kesiapan akademik sebelum pelaksanaan penuh program PPG CAGUR Tahun 2026.
Koordinasi ini diikuti oleh unsur pimpinan fakultas, pengelola PPG, perwakilan Direktorat Akademik, serta dosen pengampu yang akan terlibat dalam pelaksanaan PPG CAGUR.
Forum ini difokuskan pada pembahasan kesiapan pelaksanaan pembelajaran, sinkronisasi jadwal sekolah dengan kegiatan PPL, serta pembagian tugas perkuliahan dan mata kuliah kepada dosen.
Melalui koordinasi ini, UMSIDA menegaskan komitmennya untuk memastikan pelaksanaan PPG CAGUR berjalan tertib, terencana, dan selaras dengan kebijakan nasional Pendidikan Profesi Guru.
Koordinasi Persiapan Pelaksanaan PPG Calon Guru (CAGUR) sebagai Penguatan Tata Kelola Akademik

Koordinasi Persiapan Pelaksanaan PPG Calon Guru (CAGUR) diawali dengan laporan kegiatan oleh Dr. Mohammad Faizal Amir, M.Pd., selaku Koordinator Program Studi PPG UMSIDA.
Dalam laporannya, ia menyampaikan bahwa forum koordinasi ini menjadi ruang awal untuk memastikan seluruh unsur yang terlibat memiliki pemahaman yang sama mengenai alur dan tahapan pelaksanaan PPG CAGUR Gelombang 1 Tahun 2026.
Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan PPG CAGUR sangat ditentukan oleh kesiapan perencanaan sejak awal, terutama dalam mengelola dinamika jadwal sekolah, pelaksanaan PPL, dan pembelajaran perkuliahan di perguruan tinggi.
“Koordinasi ini menjadi langkah awal untuk menyamakan persepsi. PPG CAGUR memiliki karakteristik tersendiri karena berkaitan langsung dengan kalender akademik sekolah dan perguruan tinggi. Karena itu, perencanaan harus dilakukan secara cermat dan kolaboratif,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa pembagian mata kuliah kepada dosen perlu dilakukan secara proporsional agar proses pembelajaran berjalan efektif dan tetap menjaga mutu akademik.
Selain itu, kesiapan dosen dalam memahami peran dan alur PPG CAGUR juga menjadi perhatian utama dalam koordinasi ini.
Koordinasi Persiapan Pelaksanaan PPG Calon Guru (CAGUR) dan Sinergi Akademik Lintas Unit

Sambutan perwakilan Direktorat Akademik disampaikan oleh Dr. Noly Shofiayah, M.Pd. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya sinergi antara pengelola PPG, fakultas, dan Direktorat Akademik dalam mendukung kelancaran PPG CAGUR.
Menurutnya, pelaksanaan PPG CAGUR tidak dapat berjalan optimal apabila tidak didukung oleh sinkronisasi data akademik, jadwal perkuliahan, serta kesiapan sistem administrasi.
“PPG CAGUR menuntut koordinasi lintas unit yang kuat. Direktorat Akademik siap mendukung dari sisi sistem dan pengelolaan akademik agar seluruh proses berjalan tertib dan sesuai regulasi,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya komunikasi yang intensif antara pengelola PPG dan dosen, terutama dalam penyesuaian jadwal perkuliahan agar tidak berbenturan dengan agenda sekolah dan PPL peserta CAGUR. Dengan koordinasi yang baik, potensi kendala teknis dapat diantisipasi sejak awal.
Koordinasi Persiapan Pelaksanaan PPG Calon Guru (CAGUR) dan Penyamaan Persepsi Pelaksanaan PPL

Kegiatan koordinasi ini secara resmi dibuka oleh Dr. Septi Budi Sartika, M.Pd., selaku Dekan Fakultas Psikologi dan Ilmu Pendidikan (FPIP) UMSIDA.
Dalam sambutan dan pembukaannya, ia menegaskan bahwa PPG CAGUR merupakan program strategis yang memerlukan kesiapan institusional yang matang.
Menurutnya, koordinasi persiapan pelaksanaan PPG CAGUR menjadi bagian penting dari penjaminan mutu internal, khususnya dalam memastikan keselarasan antara jadwal sekolah, pelaksanaan PPL, dan perkuliahan di kampus.
“PPG CAGUR bukan sekadar program akademik, tetapi amanah untuk menyiapkan calon guru profesional. Karena itu, seluruh prosesnya harus direncanakan dengan baik, termasuk sinkronisasi jadwal sekolah dan pelaksanaan PPL,” tegasnya.
Dalam sesi diskusi, peserta koordinasi membahas secara mendalam penyamaan persepsi terkait jadwal sekolah mitra, penentuan waktu pelaksanaan PPL, serta pembagian jadwal perkuliahan dan mata kuliah kepada dosen. Diskusi ini menjadi ruang penting untuk menyelaraskan kebutuhan lapangan dengan kebijakan akademik perguruan tinggi.
Berbagai masukan dari dosen dan pengelola PPG menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan teknis pelaksanaan PPG CAGUR.
Melalui dialog terbuka, diharapkan tidak terjadi tumpang tindih jadwal yang dapat menghambat proses pembelajaran maupun praktik lapangan peserta CAGUR.
Secara keseluruhan, Koordinasi Persiapan Pelaksanaan PPG Calon Guru (CAGUR) Gelombang 1 Tahun 2026 menjadi fondasi penting dalam memastikan kesiapan akademik, administratif, dan operasional program.
Melalui koordinasi yang terencana dan kolaboratif, UMSIDA menegaskan komitmennya untuk menyelenggarakan PPG CAGUR yang berkualitas, tertib, dan berorientasi pada penguatan kompetensi calon guru profesional.
Penulis: Citra Azizah


















